Partai Golkar Biang Kerok Kegagalan Menghentikan Kenaikan Harga BBM

Oleh AM. Waskito.

PENIPU+PEMBOHONG

PARTAI PEMBOHONG RAKYAT

Setelah melalui proses sidang intensif, akhirnya sidang paripurna DPR tanggal 31 Maret 2012, sepakat memilih “opsi 2” terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Melalui opsi ini harga BBM tidak otomatis naik per 1 April 2012. Tetapi BBM bisa naik dalam rentang sampai 6 bulan ke depan, jika harga standar harga minyak mentah Indonesia (ICP) naik atau turun sekitar 15 %. Sedangkan keputusan kenaikan harga BBM itu kemudian sepenuhnya dilimpahkan ke pemerintah. Dengan kemenangan “opsi 2”, BBM bisa saja naik dalam seminggu atau dua minggu ke depan, asal syaratnya terpenuhi. Toh, yang dimaksud 6 bulan itu bisa dimulai sejak sekarang.

Kegagalan upaya politik untuk menghentikan rencana kenaikan harga BBM itu tidak lepas dari peranan licik Partai Golkar. Partai inilah biang kerok kegagalan upaya rakyat Indonesia untuk menghentikan kenaikan harga BBM. Kita tahu suara Golkar sangat significant di parlemen, setelah suara Partai Demokrat. Seperti selama ini kita ketahui, ke arah mana saja suara Golkar diberikan, biasanya keputusan DPR akan mengikuti. Jika Golkar memilih “opsi 1” pastilah keputusan sidang paripurna DPR akan serta merta membatalkan niat pemerintah menaikkan harga BBM.

Kita tidak bisa menyalahkan Partai Demokrat, wong memang partai ini merupakan back bone-nya Neoliberalisme di Indonesia. Sejak dulu apa yang bisa diharapkan dari Demokrat, selain liberalisme di segala bidang? Dalam bidang politik, ekonomi, sosial, hingga pemikiran keagamaan, mereka mendukung liberalisme. Kita tahu, Ulil Absar Abdala tidak ditampung oleh partai manapun, selain Demokrat. Begitu juga, partai semodel PAN, PKB, dan PPP; partai “abdi dalem” seperti ini sudah diketahui sikap politik mereka. Dalam otak politik mereka tidak ada agenda kerakyatan, yang ada hanya pemuasan syahwat kekuasaan.

Tetapi saat naif sekali melihat sikap para politisi Golkar, siapapun dirinya. Mereka selama ini mengklaim bersikap kritis, pro rakyat, mengkritisi liberalisme, mengkritisi praktik korupsi oleh regim SBY, dan lain-lain. Tetapi dalam hajatan sidang paripurna itu Golkar benar-benar telah membohongi masyarakat selicik-liciknya. Sebelum rapat paripurna ketok palu sudahg menyebar pernyataan politik Aburizal Bakrie bahwa Golkar menolak kenaikan harga BBM. Tetapi saat voting di parlemen, anggota DPR Golkar gandeng renteng dengan anggota DPR dari Demokrat, PAN, PKB, dan PPP mendukung “opsi 2”.

Kalau melihat kenyataan itu, sepertinya tidak terlalu salah kalau salah satu anggota DPR Demokrat, Jafar Hafsah menyatakan, bahwa Aburizal setuju harga BBM naik Rp. 2.000,-. Hanya saja mungkin Jafar terlalu buru-buru melontarkan pernyataan itu, sebelum momentumnya tiba. Kenyataan bicara, akhirnya wakil-wakil Golkar setuju dengan kebijakan menaikan harga BBM dalam bentuk “opsi 2”. Benar kata Burhanuddin Mubtadi, bahwa bisa saja omongan Aburizal menolak kenaikan harga BBM, tetapi hatinya sebenarnya setuju. Bagi para konglomerat kapitalis, kenaikan BBM sangat mungkin berdampak kenaikan profit, harga saham, investasi baru, juga pemangkasan karyawan.

Salah seorang wakil dari PAN, di akhir sidang paripurna berusaha meyakinkan masyarakat, bahwa harga BBM tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. Ini adalah omongan dusta dan sangat licik. Mengapa? Sebab dengan pilihan “opsi 2” harga BBM bisa dinaikkan dalam rentang waktu 6 bulan ke depan. Bisa saja 3 atau 4 bulan ke depan, atau bahkan seminggu atau 2 minggu ke depan. Omongan wakil PAN itu hanya “sampah politik” yang tidak berarti.

Sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang terus berusaha melakukan perbaikan kehidupan bangsa, sekuat kesanggupan, apa yang bisa kita pahami dari kebijakan kenaikan harga BBM yang akan ditempuh oleh pemerintah SBY itu? Apa saja makna dan konsekuensinya?

Disini setidaknya ada 10 konsekuensi dari kebijakan kenaikan harga BBM tersebut, yaitu antara lain:

  1. Untuk kesekian kalinya pemerintah SBY melakukan kebohongan publik yang terang-benderang. Di berbagai kesempatan mereka selalu mengklaim bahwa kenaikan harga BBM, atau pencabutan subsidi BBM, merupakan pilihan pahit yang terpaksa harus dilakukan. Dalam pidatonya SBY bertanya secara retorik, “Pemimpin mana yang suka menaikkan harga BBM?” Paradigma yang selalu dibangun oleh pemerintah SBY (atas bimbingan IMF dan Bank Dunia) ialah menempatkan subsidi BBM seperti “dana haram” bagi rakyat. Padahal negara ini milik rakyat. Sekalipun harga BBM turun menjadi Rp. 1000,- per liter, dengan besaran subsidi maksimum, sehingga resikonya APBN jebol; hal itu boleh-boleh saja. Wong memang APBN itu haknya rakyat, bukan hak monopoli SBY dan kawan-kawan. Mengapa pemerintah sensi terhadap dana yang memang milik rakyat? Pemerintah SBY dan kawan-kawan hanyalah panitia yang dititipi dana rakyat, bukan penguasa dana itu sendiri.
  2. Sebagai pengiring kebijakan menaikkan harga BBM, pemerintah akan mengguyurkan BLT (BLSM). Ini adalah kebijakan yang sangat primitif. Betapa dungunya para ekonom dan pengambil kebijakan keuangan, ketika menghalalkan kebijakan “bagi-bagi uang” itu. Masya Allah, mana ada negara beradab menerapkan kebijakan “bagi-bagi uang”? Selain hal itu jelas akan membuat inflasi meroket, ia juga menyebarkan mental mengemis di tubuh masyarakat Indonesia. Apa tim ahli ekonomi pemerintah tidak malu, mereka bergelar profesor-doktor, tetapi menyetujui kebijakan BLT?
  3. Kebijakan menaikkan harga BBM itu jika nanti menghadapi masalah-masalah, pemerintah pasti akan menempuh solusi yang sangat menjengkelkan yaitu: ngutang lagi dan lagi. Itulah cara berpikir pendek ketika mereka kerepotan menyediakan kekurangan dana anggaran. Caranya bisa menjual Surat Utang Negara (SUN) atau meminta pinjaman baru ke Bank Dunia atau lembaga-lembaga rentenir lain. BLT di masa-masa sebelumnya banyak disebut bersumber dari pinjaman Bank Dunia. Kalau untuk memimpin bangsa selalu menempuh solusi ngutang, enak dong? Sangat gampang itu.
  4. Pemerintah selalu menganak-emaskan PNS, Polri, dan TNI. Mereka ini memakan porsi APBN paling besar, sekitar 60 %. Padahal jumlah mereka sekitar 6 jutaan orang. Kalau setiap orang itu punya keluarga sejumlah 5 orang (termasuk dirinya), berarti totalnya ada 30 jiwa manusia. Nasib 30 juta jiwa ini selalu dibela mati-matian oleh negara, dengan mengabaikan nasib 210 juta jiwa sisanya (dengan asumsi penduduk Indonesia 240 juta jiwa). Mengapa pemerintah tidak pernah berusaha mengorbankan hak-hak mereka, untuk membela hak-hak masyarakat yang lebih luas? Apalagi kita sudah sama-sama tahu bagaimana karakter, kinerja, dan mentalitas para PNS, Polri, dan TNI. Jadi kalau dipikir-pikir, negara ini diadakan akhirnya untuk melayani segolongan manusia, dan mengabaikan sejumlah besar manusia yang lain.
  5. Pemerintah tidak ada upaya serius memangkasi anggaran setiap departeman birokrasi, sampai ke level pemerintah daerah, pemerintah kota, dan sebagainya. Sudah sama-sama kita maklumi, banyak departemen-departemen yang hambur-hambur dana negara. Misalnya, setiap akhir tahun mendadak departemen-departemen itu rajin mengadakan seminar, training, wisata, dll. dengan menginap di hotel-hotel. Apa tujuannya? Untuk menghabiskan sisa anggaran tahun itu. Masya Allah, sudah hidup enak dengan gaji terjamin, masih hambur-hambur dana negara juga?
  6. Pemerintah tidak ada upaya serius memberantas korupsi, dari level atas (misalnya di tubuh Istana Negara, seperti yang pernah dilansir oleh Wikileaks), dari tubuh partai penguasa, dari institusi DPR, dari departemen-departemen, BUMN-BUMN, dari pemda, pemkot/pemkab, dan seterusnya. Banyak sekali korupsi itu, sehingga jika dana negara yang bisa diselamatkan sangat significant; pemerintah dijamin tidak perlu menaikkan harga BBM.
  7. Pemerintah tidak pernah berusaha serius melakukan negosiasi ulang seluruh kontrak karya pertambangan, seperti minyak, gas, panas bumi, batu-bara, urainium, emas, dan sebagainya. Sebagai catatan, royalti yang diterima pemerintah per tahun dari Freeport hanya senilai 1 % sampai 1,3 %. Katanya, pemerintah sedang berusaha keras agar mendapat royalti 4 %. Andaikan mereka bisa mendapatkan royalti senilai 10 %, hal itu masih dianggap memberikan tambang emas secara gratis ke Freeport. Kalau kontrak karya ini diperbaharui dengan nilai sharing yang significant seperti terjadi di Saudi, Brunei, atau Malaysia, sangat mungkiin rakyat Indonesia tidak perlu mengalami kebijakan kenaikan harga BBM. Termasuk di dalamnya ialah membebaskan tata-niaga minyak dari jaringan mafia. Jaringan mafia ini membuat harga minyak fluktuatif dan selalu tidak berpihak ke rakyat.
  8. Pemerintah tidak ada upaya serius membenani beban hutang luar negeri, baik dengan negosiasi ulang dengan kreditor, hair cut (pemotongan beban hutang), mengerem penjualan SUN, atau setidaknya menerapkan kebijakan “mengencangkan ikat pinggang” dengan tidak menambah hutang baru. Pemerintah SBY tidak dikenal memiliki reputasi kerja keras, kreatif, berani mengambil resiko, serta punya wibawa. Profil SBY justru sangat dikenal: sering curhat, sering meminta belas kasihan, menggubah lagu, main gitar, berpidato penuh nilai-nilai formalitas, dll. Kalau tidak mampu mengurangi beban hutang, setidaknya jangan menambah hutang baru.
  9. Seperti dikatakan oleh banyak pihak (seperti Fraksi Gerindra), pemerintah tidak berhasil memaksimalkan penghasilan dari sektor pajak, khususnya pajak perusahaan-perusahaan besar dan korporasi-korporasi asing. Apalagi kita tahu bagaimana kisah orang-orang perpajakan seperti Gayus Tambunan, Dhana Widiatmika, dll. Kalau sektor pajak bagi perusahaan-perusahaan kapitalis itu bisa dimaksimalkan, tentu besar nilainya.
  10. Pemerintah juga melakukan pembohongan publik dengan dalih kenaikan harga minyak dunia. Dengan kenaikan itu, seolah subsidi BBM untuk rakyat akan naik juga. Padahal menurut banyak kalangan, kenaikan harga BBM juga berimbas kenaikan penghasilan negara dari sektor minyak. Menurut Kwik Kian Gie, kenaikan penghasilan negara dari sektor minyak ini (lantaran ekspor) bisa mencapai Rp. 92 triliun. Kita masih ingat, saat akhir tahun 2008 harga minyak dunia melambung karena krisis Amerika. Saat itu harga patokan minyak dunia nyaris menembus angka US$ 150 per barrel. Tetapi setelah mereda, ia turun secara drastis, hingga di bawah patokan harga APBN US$ 80. Ketika harga minyak turun, ternyata pemerintah teriak-teriak juga. Harga naik mereka teriak, harga turun teriak juga. Aneh sekali. Ya, itu menjadi bukti bahwa setiap ada kenaikan harga minyak dunia, sebenarnya Indonesia beruntung juga. Fakta ini selalu disembunyikan dengan segala alasan “khas mafia”.

Singkat kata, kenaikan harga BBM memiliki konsekuensi sangat besar dan berat. Selain tentu soal kenaikan harga-harga kebutuhan hidup masyarakat. Kalau pemerintah SBY benar-benar nasionalis, pro rakyat, pro reformasi, dan ingin membangun kehidupan bangsa yang adil dan makmur; mereka pasti akan memilih kerja keras untuk menyelesaikan masalah-masalah besar di atas. Kalau semua masalah itu sudah dibereskan, tetapi beban keuangan negara tetap berat juga; barulah mereka boleh menaikkan harga BBM. Tetapi secara teori, kalau semua masalah itu teratasi, pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM.

Sampai disini kita bisa melihat betapa jahat dan kotornya permainan politik Partai Golkar yang mendukung “opsi 2” itu. Andaikan mereka tegas memilih “opsi 1”, insya Allah harga BBM tidak akan dinaikkan. Hal itu bermakna, menekan pemerintah SBY agar secara aktif menyelesaikan masalah-masalah di atas (10 butir), bukan dengan menjadikan subsidi BBM yang sudah menjadi hak masyarakat sebagai “kambing hitam”. Bisa disimpulkan, Partai Golkar tidak punya niat baik untuk memperbaiki masalah bangsa dan negara ini. Mereka adalah bagian penting dari masalah-masalah negeri ini yang harus diselesaikan.

Ke depan bangsa Indonesia, termasuk para mahasiswa, harus mencatat baik-baik manuver busuk Partai Golkar itu. Mereka ini ternyata tidak kalah buasnya dibandingkan Neolib-neolib yang lain. Hanya bedanya, Partai Golkar adalah Neolib yang berlagak pro rakyat. Ke depan kita harus mewaspadai manuver-manuver Partai Golkar sebagaimana mewaspadai partai-partai Neolib lainnya.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat sebagai buah renungan, bahwa masih sangat panjang jalan bagi bangsa Indonesia untuk hidup lebih layak, sejahtera, berkeadilan, dan berperadaban luhur. Masih masih sangat panjang. Hanya kepada Allah kita berlindung dan bertawakkal. Teruslah berjuang dan berjuang, sambil berharap rahmat kepada-Nya. Ingat selalu slogan Nabi Syuaib Alaihissalam, “In uridu illal ishlaha mastatho’tu” (tidaklah yang aku lakukan selain membuat perbaikan, sekuat kesanggupanku). Jangan lemah dan lesu; kita adalah komunitas paling tinggi, selagi kita beriman kepada Allah Rabbul Jalali Wal Ikram.

Wallahu a’lam bisshawaab.

Sumber : ERAMUSLIM.COM

Comments (1) »

Undangan Walimah Untuk Temen-Temen Semua

Alhamdulillah… Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan melangsungkan acara pernikahan. Saya mengundang temen-temen semua dan memohon Do’a restunya semoga kami di beri kelancaran & kemudahan dalam acara nanti serta di beri Kebahagiaan dalam keluarga yang Sakinah Mawadah Wa rohmah,.

Mohon maaf saya tidak bisa membagikan undangan secara langsung kepada temen-temen semua. Untuk acaranya insya Allah :

    pada hari : minggu, 12 September 2010
    bertempat di : Desa Penganjang Gang 9 no 19 Kec. Sindang Indramayu Kota

Detailnya bisa di lihat di gambar.

Isi Undangan

Halaman dalam (Isi)

Halaman Depan

Halaman depan

Gambar Belakang + Denah

Denah Lokasi

Untuk rute perjalanan :

Dari Jakarta (Jalur Pantura) patokan pertama adalah pertigaan celeng disana persisnya ada Tugu Baterai ABC. Selanjutnya ambil ke arah Indramayu Kota patokannya SMPN 1 Sindang sebelum Alun-Alun Indramayu. dari situ sekitar 500m ke lokasi.

Dari Jawa, Kuningan, Cirebon bisa memilih dua rute, bisa lewat Jati barang kemudian masuk pertigaan celeng, selanjutnya sama dengan rute dari Jakarta.  Dan rute kedua bisa lewat Cirebon->Karang Ampel->Balongan lanjut aja patokannya alun-alun Indramayu kemudian sebrang kali dan belok kanan ke arah Lokasi.

Terima Kasih

Ghofar & Leni

Comments (1) »

Mudik Lebaran 2010 ke Kuningan

mudik Lebaran 2010

Mudik Lebaran yang Nyaman Bisa Pilih Travel, sebagai referensi bagi yang mau mudik ke Kuningan, Cirebon, dan sekitarnya bisa pilih “Gharmica Travel”. Mumpung lagi ada Promo Lebaran.

Gharmica Travel menyediakan mobil travel yang nyaman, dengan fasilitas:

  • Mobil ber AC
  • Music & Radio
  • Sopir yang berpengalaman.
  • Ada layanan Antar Jemput dari Rumah sampai Rumah

Promo lebaran hanya berlaku bagi yang memesan sebelum H-7 Lebaran, Promo berupa Discount Harga dan Mudik Gratis.

Untuk pemesanan bisa untuk perorangan, kelompok, atau keluarga. Cukup dengan menghubungi “Gharmica Travel”, pesan kursi, tentukan tanggal berangkat, informasikan alamat tinggal & alamat tujuan, informasikan juga tanda-tanda untuk mempermudah mencari alamat penjemputan.

Informasi lebih lanjut hubungi “Gharmica Travel”  : 081324370073

Comments (1) »

Surat Untuk Yang Tersakiti

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti.
Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap.

Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku.
Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan.

Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita?
Atau memang engkau telah memaafkan segala kesalahanku? Namun mengapa telah terputus tali silaturahmi diantara kita?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah begitu mudah memutuskan sesuatu yang berat, janganlah begitu mudah membenci sesuatu. Hal yang engkau anggap ringan itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat di mata Allah. “Dan janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.
Masih ingatkah engkau suatu kisah, dimana engkau bercerita: “Aku pernah memiliki seekor domba, dulu domba itu begitu kusayang. Kemana aku pergi domba itu mengikutiku, dan kemana domba itu beranjak akupun mengikutinya. Namun suatu hari aku amat begitu buruk dan membencinya, domba itu mulai sering mengomel. Dia mengoceh betapa aku harus lebih sering mandi, dia terus berkelakar bahwa tidak baik jika aku tidak mandi. Dia mulai sering mengkritikku. Aku marah. Aku ku tinggalkan domba itu sendiri. Tidak peduli dia mau mati atau terisak nangis sendiri. Bahkan domba itu mulai membentak bahwa selama ini aku tidak ikhlas menemaninya, padahal aku ikhlas.

Dan aku pun tersenyum mendengar kisahmu. Aku pun berkata, “Mengapa tidak kau temani lagi dombamu yang sedang merajuk itu?
Kau pun ketus menjawab, “TIDAK! Dia bukan dombaku!

Tahukah engkau wahai seseorang yang pernah ku sakiti, aku pun kini merasakan apa yang dialami oleh domba itu. Terlalu sakitkah dirimu sehingga engkau begitu membenciku dan menjadikan aku laksana domba dalam ceritamu?

Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah engkau seperti Yunus ketika meninggalkan kaumnya karena kemarahannya akibat kezaliman kaumnya dan Allah pun memperingatkan Yunus, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga aku pun mengerti kapan kau akan sakit dalam tiap-tiap bulanmu. Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa aku menginginkan sesuatu dan engkaupun memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik.

Namun mengapa setelah datang kebaikan, timbul keburukan?

Sedari awal, aku telah memaafkanmu. Bahkan aku merasa, kesalahanmu di mataku adalah akibat salahku. Aku yang memulai menanam angin, dan aku melihat badai di antara kita. Badai dingin yang amat begitu menyesakkan. Paling tidak untukku.

Jangan takut jika engkau khawatir perasaan cinta yang dulu melekat akan kembali timbul. Aku bukanlah seorang baiquni seperti yang dulu lagi. Aku telah mengubah sudut pandangku tentang seseorang yang layak aku cintai. Aku sekarang sedang mencari bidadari.

Ingin aku bercerita kepadamu, kandidat-kandidat bidadariku.

Mengapa setelah habis cinta timbul beribu kebencian. Mengapa tidak mencoba membuka hati untuk seteguk rasa maaf. Jujur, bukan dirimu saja yang tersakiti, namun aku juga. Namun aku mencoba membuang semua sakit yang begitu menyobek hati. Andai engkau tahu wahai engkau yang pernah kusakiti.
Pernahkah engkau menangis karenaku seperti aku menangis karenamu? Seperti aku terisak dihadapanmu. Pernahkah?

Mungkin dirimu telah menemukan seseorang yang begitu engkau sayangi. Seseorang yang mampu membangkitkan hidupmu lagi, tetapi aku? Pernahkah engkau berpikir betapa hal yang engkau lakukan terhadapku begitu berdampak laksana katrina. Bahkan setelah itu aku masih memaafkanmu, bahkan aku menunduk memintamu memaafkan aku.

Sudah menjadi tuhan kecilkah dirimu? Bahkan Tuhan saja memaafkan.

Tahukah wahai engkau yang pernah tersakiti, betapa aku meneteskan air mata saat menulis ini. Betapa aku seolah pendosa laksana iblis yang terkutuk. Apakah engkau mengerti apa yang kurasakan? Mengertikah dirimu?

Tak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. Tidak aku, tidak juga kamu wahai engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu.
Aku minta maaf.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Source: Dudung [dot] Net

Leave a comment »

Kalahkan Rasa Malas

Atasi Malas

Atasi Malas

Banyak dalil baik didalam Al Qur’an maupun As Sunnah yang memerintahkan kepada kaum muslimin untuk senantiasa beramal dan tidak berhenti darinya hingga bertemu dengan Allah swt. Amal sholeh baik yang terkait langsung dengan akherat seperti sholat, puasa, jihad maupun yang terkait dengan dunia seperti mencari nafkah, bergaul dengan masyarakat adalah bekal yang paling berharga untuk kebaikannya di dunia maupun akherat. Amal ini juga merupakan cerminan keimanan seseorang kepada Allah swt.

Diantara yang bisa menghambat bahkan tidak jarang menghentikan amal sholeh seseorang adalah rasa malas.

Malas adalah lemahnya kemauan, lebih mengutamakan istirahat daripada lelah dan tidak mengerjakan suatu amal sementara dia memiliki kesanggupan untuk melakukannya. Penyakit ini mudah sekali menghinggapi manusia karena memang tabiat manusia cenderung kepadanya kecuali mereka-mereka yang dirahmati Allah swt.

Untuk itu Rasulullah saw senantiasa berdoa : “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (HR. Bukhori)

Ada beberapa sebab yang memunculkan sifat malas dalam diri seseorang :

1. Cenderung kepada tarikan syahwat yang sangat kuat.

Kecenderungan seseorang kepada hawa nafsu dan syahwatnya mengakibatkan lemahnya kemauan dalam diri untuk melakukan berbagai amal sholeh. Tidak jarang seseorang lebih mengutamakan sholat di rumah ketimbang berjalan ke masjid, lebih memilih berkumpul dengan istri adan anak-anaknya ketimbang keluar untuk berda’wah dan berjihad ataupun lebih mengutamakan istirahat daripada bekerja dan beraktivitas.

Kalau kemalasan ini hanya terjadi sesekali saja mungkin masih bisa diterima karena memang jiwa manusia memiliki keterbatasan untuk bisa terus menerus berada dalam kondisi puncak baik didalam aktivias akherat maupun dunia, sebagaimana hadits Rasulullah saw : “Sesungguhnya setiap amal memiliki semangat kemudian penurunan maka barangsiapa penurunannya mengajaknya kepada perbuatan bid’ah maka ia telah sesat namun barang siapa yang penurunannya mengajaknya kepda sunnah (ku) maka ia telah mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad)

Yang menjadi musibah dalam diri seseorang adalah ketika kemalasan ini berlangsung secara kontinyu dan terus menerus baik secara sadar atau tidak.

2. Lalai

Firman Allah swt : “Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf : 205)

Jarangnya seseorang mengingat Allah swt disetiap waktu-waktunya menjadi sebab seseorang menjadi lalai. Lalai akan kewajibannya kepada Allah swt, Rasul dan Kitab-Nya, keluarga, masyarakat bahkan dirinya sendiri.

Kelalaian inilah yang menjadikan ia tidak antusias untuk memperbanyak amal dikarenakan tidak adanya dorongan kuat dalam dirinya.

3. Panjang Angan-Angan

Ada perbedaan antara harapan dan angan-angan. Harapan selalu dibarengi dengan usaha sedangkan angan-angan tidak pernah dibarengi oleh usaha. Ada yang mengatakan,”Siapa yang pendek angan-angannya maka terang hatinya, karena jika dia merasa sudah berada diambang kematiannya pasti ia akan bersemangat dalam ketaatan kepada Allah, tidak banyak keinginannya dan ridho dengan yang sedikit.”

Seseorang yang tenggelam dalam angan-angannya lupa bahwa segala sesuatu yang menimpa manusia adalah sesuai dengan taqdir dan ketetapan Allah swt. Diantara prinsip aqidah islam adalah usaha dan bertawakal kepada Allah swt bukan berpangku tangan, bermalas-malasan dan pasrah terhadap apapun yang akan terjadi pada dirinya.

Beberapa tips untuk mengusir rasa malas :

1. Memperbanyak dzikrullah.

Dzikrullah menjadikan hati seseorang merasa nyaman dan tentram dengan Allah swt. Inilah yang menjadi senjata ampuh untuk menghadapi berbagai tarikan hawa nafsu dan syahwat yang sering kali diprovokasi oleh setan dengan bisikan-bisikannya. Firman Allah swt : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ro’d : 28)

Kemalasan seseorang untuk beramal sholeh atau beribadah adalah buah dari bisikan-bisikan setan yang diikuti. Hal ini bisa terjadi pada saat ingin memulai suatu amal atau ketika amal itu sedang berlangsung.

Bisikan-bisikannya kepada seseorang disaat ingin memulai amal bisa dengan menghadirkan dalam dirinya hal-hal duniawi yang disukainya agar ia terpedaya dan tidak jadi menunaikan amal itu dan beralih kepada apa yang dibisikannya.

Kalaupun orang itu berhasil melalui ujian pertama itu dan tetap melakukan amal sholeh maka setan menggunakan jurus yang lain yaitu dengan membisik-bisikan dalam dirinya perasaan riya, ghurur, takabbur atau penyakit-penyakit hati lainnya.

2. Memilih lingkungan yang baik.

Tidak jarang seseorang yang pada awalnya malas menjadi bersemangat ketika menyaksikan orang-orang dikelilingnya begitu rajin. Sangat mungkin seorang anak yang tadinya malas membaca Al Qur’an kemudian menjadi bersemangat untuk membacanya setelah menyaksikan ayah atau kakaknya yang begitu rajin membacanya.

Tepatlah apa yang dikatakan Ibnu Kholdun bahwa manusia adalah anak lingkungannya, artinya orang-orang yang ada disekitarnyalah yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Untuk itu seorang mukmin haruslah memperhatikan lingkungannya, baik lingkungan rumah, kantor, bisnis bahkan lingkungan bermainnya.

Dia harus melakukan penseleksian terhadap orang-orang sekitarnya, siapa-siapa dari mereka yang akan menjadi kawan karibnya dan siapa-siapa yang akan menjadi kawan biasanya. Karena kawan karib biasanya bisa saling mewarnai berbeda halnya dengan kawan biasa. Sabda Rasulullah saw,”Seseorang itu tergantung dari (kualitas) agama kawan karibnya maka seseorang diantara kamu melihat siapa yang menjadi kawan karibnya.” (HR. Abu Daud)

3. Memperbanyak berdoa kepada Allah

Dalam hal ini Rasulullah saw mengajarkan kepada kita doanya,”Allahumma inni audzubika minal ajzi wal kasal wal jubni wal haromi wa audzubika min fitnatil mahya wal mamat wa audzubika min adzabil qobri, artinya; “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kerentaan. Aku berlindung kepada-mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubuق.” (HR. Bukhori)

Sesungguhnya hati manusia berada diantara jari jemari Allah swt, Dialah yang kuasa mengarahkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Untuk itu agar hati ini terus diarahkan kepada kebaikan dan amal sholeh serta dihilangkan dari berbagai penyakit termasuk rasa malas maka mintalah kepada Allah melalui berdoa kepada-Nya, terutama doa diatas. Ucapkanlah doa itu di saat pagi hari tatkala ia hendak memulai aktivitasnya dan juga di saat petang hari tatkala ia mengakhiri aktivitasnya.

4. Menyadari kekeliruan dan mulailah melangkah.

Seseorang dikatakan baik ketika ia sudah menyadari kekeliruannya sebaliknya seseorang dikatakan buruk ketika ia sudah merasa bahwa dirinya baik. Kesadaran seseorang akan buruknya sifat malas adalah suatu modal berharga untuk ia bisa menjadi lebih bersemangat.

Tentunya kesadaran tersebut haruslah disupport dengan kemauan kuat untuk memperbaiki agar bisa berubah menjadi suatu amal.

Kesadaran akan kekeliruan adalah awal hidayah Allah swt kepadnya maka janganlah membuka kembali pintu-pintu setan untuk menguasainya dikarenakan kelengahan kita didalam menindaklanjutinya.

Untuk itu mulailah melangkah, seseorang bisa berjalan ribuan kilometer dikarenakan orang itu memulainya dengan satu langkah. Satu demi satu langkahnya diayunkan dengan keyakinan bahwa ia akan sampai pada titik akhir perjalanan yang diinginkannya.

Sesungguhnya perjalanan yang akan ditempuh masih sangat panjang untuk itu diperlukan kebersihan niat, kesabaran dan ketawakalan kepada Allah swt.

Wallahu A’lam

src: Era Muslim dot com

Comments (4) »

Cita-Cita Yahudi : Menundukkan Tiga Agama Besar

ZIONIS Kristen Muslim
Satu hal yang jarang diketahui umum, gerakan paganis Yahudi yang juga disebut sebagai kaum Talmudian ini merupakan gerakan untuk menghancurkan semua agama langit. Taurat Musa mereka ganti dengan Talmud; Ajaran Nabi Isa a.s. dikotori dengan tangan Paulus, Yahudi dari Tarsus; dan ke dalam Islam mereka menyusupkan Abdullah bin Saba’, Yahudi dari Yaman yang mengaku-aku sebagai pembela keluarga Ali r.a. dan mengajarkan pengikutnya agar hanya mencintai Ali r.a. dan mengecam ketiga sahabat Nabi SAW lainnya seperti Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., dan Ustman bin Affan r.a.

Mereka ini memiliki dendam kesumat terhadap Gereja yang telah menumpas para tetua mereka pada tahun 1307. Sebab itu mereka berupaya agar Gereja bisa ditundukkan dan menjadi pelayan kepentingan mereka. Salah satu bukti adalah surat balasan dari Rabi Yahudi di Konstantinopel kepada warga Yahudi yang tinggal di Arles, Perancis, yang menyatakan, “Jadilah kamu pemeluk Kristen, namun tetaplah pelihara Talmud di dalam hatimu. Agar kamu bisa menghancurkan mereka dari dalam…”

Konspirasi mereka tetap berjalan dengan penuh kerahasiaan. Satu persatu negeri-negeri besar jatuh dalam cengkeraman mereka. Dari daratan Eropa, mereka menjangkau Amerika, dan juga seluruh dunia. Sejarah dunia yang kita kenal sekarang merupakan hasil kerja mereka. Hanya saja, sejarah resmi tidak pernah mencatat bahwa semua ini merupakan hasil dari kerja keras mereka, karena industri penulisan dunia pun dimiliki oleh jaringan mereka.

src : EraMuslim dot com => Strategi Kaum Pagan Menuju The New World Order

Comments (6) »

Pernikahan Rasulullah Saw dengan Aisyah Ra

Aisyah Menikah Masih Muda?Nikah

Benar bahwa Rasulullah SAW menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha selagi masih muda. Dan kalau itu dianggap mengganggu, kita bisa bilang apa urusan anda meributkannya. Toh Aisyah bukan diperkosa, bukan juga dipaksa. Beliau dinikahi secara sah oleh Rasulullah SAW, meski saat itu terbilang masih belia.

Tetapi riwayat yang kuat menyebutkan bahwa meski sudah sah menjadi isteri Rasulullah SAW, namun belia belum lagi berkumpul satu rumah, kecuali setelah beberapa lama kemudian, yaitu saat berusia 9 tahun.

Kalau ukuran tubuh wanita Indonesia, jangankan 9 tahun, yang usianya 25 tahun pun terkadang tubuhnya kecil seperti anak kecil. Tetapi coba perhatikan anak wanita usia 9 tahun untuk ras lainnya, seperti orang arab atau eropa. boleh jadi tubuhnya sudah sangat besar dan secara biologis sudah mengalami haidh.

Jangan bandingkan ukuran tubuh wanita bangsa Indonesia yang umumnya memang irit dan mungil dengan tubuh wanita arab atau eropa. Karena itu kebeliaan Aisyah jangan diukur dari usianya. Untuk ukuran wanita arab, sama sekali tidak bisa dibilang sebuah ketidak-nomalan, justru beliau saat itu sudah besar dan berkemang secara biologis.

Selain itu kita juga harus tahu bahwa budaya tiap masyarakat dalam usia pernikahan bisa sangat berbeda. Salah seorang dosen kami yang berasal dari Yaman bercerita bahwa beliau sendiri menikah pertama kali di usia 10 tahun. Sementara isteri beliau saat itu berusia 8 tahun. Dan menurut beliau, usia yang menurut hitungan budaya zaman sekarang ini dianggap terlalu beliau, justru menurut budaya di negeri beliau merupakan sebuah hal yang biasa, wajar dan tidak menjadi masalah.

Sementara mungkin budaya di Mesir lain lagi. Di sana kebiasaan yang berlaku adalah ke balikannya. Para lelaki umumnya menikah di usia 40 tahun ke atas. Sehingga seorang Sayyid Qutub ketika wafat belum berstatus menikah, karena di sana memang demikian budayanya. Menikah hanya dilakukan pada saat seseorang sudah mapan dari segi finansial, pendidikan dan kemandirian lainnya. Dan hal itu terjadi setelah usianya di atas 40 tahun.

Di belahan muka bumi yang lain, ada budaya yang sama sekali tidak mengenal pernikahan. Sampai mati tidak pernah menikah dan berkeluarga. Tentunya masyarakat yang seperti ini adalah masyarakat yang tidak Islami. Dan buktinya, meski tidak mau menikah seumur hidupnya, mereka toh tetap melakukan hubungan seksual dengan ribuan orang yang berbeda.

Asal suka sama suka, tidak pandang apakah dia isteri tetangga, pembantu rumah tangga, rekan kerja, atasan bawahan, satpam, sopir bus, pengantar pizza, bahkan pekerja seks profesional, pokoknya mereka tetap melakukan kontak seksual.

Dan parahnya, seks bebas itu sudah mereka jalankan sejak mereka masih usia sangat dini, yaitu sejak sekolah dasar. Di Amerika, Eropa dan negeri sekuler (negeri yang memisahkan urusan agama dengan urusan negara) lainnya, para peneliti mengeluarkan data yang mencengangkan dari angket di level murid-murid SD. Bahkan nyaris dalam prosentasi yang sangat besar anak-anak sejak usia SD sudah melakukan hubungan seksual layaknya suami isteri.

Yang lebih mencengangkan, pola itu kemudian menyebar ke negeri timur, seperti Jepang, Korea, China dan Indonesia. Para peneliti anak mengeluarkan hasil angket yang membuat bulu roma berdiri. Bahkan sebagian besar anak usia SD di Jakarta sudah terbiasa melakukan kegiatan seksual baik dari yang paling ringan sampai yang benar-benar hubungan suami isteri. Tidak terbilang hp mereka yang terkena razia dan ternyata berisi potongan klip atau jpg gambar porno.

Maka kalau orang-orang sekuler itu menghina nabi Muhammad SAW dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual kepada anak kecil, naudzubillahi min zalik, sebenarnya masyarakat sekuler yang menuduh itu justru sudah melakukannya secara sah, lewat penyimpangan seksual di level anak-anak.

Dr. Said Hawwa dalam kitabnya, Al-Islam, menyebutkan bagaimana para anak sekolah yang masih beliau di Jerman dan Perancis merasa malu kalau masih punya selaput dara yang utuh, belum dirobek oleh teman laki-lakinya yang sama-sama masih kecil. Siswi sekolah itu akan terkucilkan dari pergaulan lantaran dianggap tidak hidup di alam nyata.

Adalah jauh lebih bermoral Rasulullah SAW ketika menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha di usia dini, namun belia belum langsung berkumpul dengannya. Karena ikatan nikah itu adalah ikatan yang suci, bertanggung-jawab, bermoral dan berperadaban.

Sedangkan orang barat dengan segala seks bebasnya di tengah anak-anak ingusan justru tidak bermoral, biadab, dan laknat.

src: eramuslim dot com sesi ustadz menjawab

Comments (2) »